Nama Sekolah: SMAK Santo Paulus Singaraja
Tahun Berdiri: 1983
Ijin Operasional: 902/D/Um/4/YS/1983

Jenjang Sekolah: SMA
Status Akreditasi & Nilai: B, 87.00
Tanggal/Masa Akreditasi:

Jumlah Siswa:
Jumlah Kelas:
Jumlah Guru/Pegawai:

Alamat

Jl. Kartini no. 1, Kaliuntu
Kec. Buleleng, Kab. Buleleng
Prov. Bali

Galeri

  1. Memiliki kemampua intelektual / kecerdasan yang siap masuk Perguruan Tinggi atau Dunia Kerja
  2. Memiliki keterbukaan pada perkembangan menuju kedewasaan.
  3. Menjadi manusia yang siap mengadakan ikatan guna ikut membangun masyarakat yang memihak pada keadilan.
  4. Unggul dalam religiusitas.
  5. Unggul dalam karya humanitas.
  6. Unggul dalam kedisiplinan.
  7. Unggul dalam kejujuran.
  8. Unggul dalam tanggung jawab.
  9. Unggul dalam kemandirian.
  10. Peduli dalam lingkungan hidup.
  11. Memihak pada kaum miskin.

Sekolah Menengah Atas Katolik Swastiastu (sekarang SMAK Santo Paulus) dirintis oleh Keuskupan Denpasar melalui unit karya pendidikan Yayasan Swastiastu Denpasar tahun 1983. Pada tahun tersebut Yayasan Swastiastu mempersiapkan gedung local baru untuk SMAK Swastiastu di Jalan Kartini nomer 1 Singaraja, satu kompleks dengan Gereja Santo Paulus Singaraja, TK Santa Maria, SDK Karya, dan SMPK Santo Paulus Singaraja.

Pendirian SMAK Swastiastu bertujuan memberikan solusi kebutuhan masyarakat Buleleng akan arti pentingnya pendidikan, pentingnya masyarakat Buleleng memperoleh pendidikan yang baik sehingga mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain itu pendirian SMAK Swastiastu dimaksudkan untuk menjamin keberlanjutan kualitas pendidikan unit-unit Yayasan Swastiastu di Singaraja yang sudah ada, yaitu; TK Santa Maria, SDK Karya, dan SMPK Santo Paulus Singaraja.

Tahun 1984 terbit surat ijin pendirian dan operasional SMAK Swastiastu Singaraja yang memberikan kewenangan SMAK Swastiastu untuk menerima siswa baru tahu ajaran 1984/1985 angkatan pertama.
Lima tahun kemudian, tahun 1989 SMAK Swastiastu melaksanakan akreditasi yang pertama dan berhasil memperoleh pengakuan dari pemerintah dengan status DIAKUI. Status ini bertahan sampai akreditasi kedua tahun 1993.

Tahun 2000 SMAK Swastiastu melaksanakan akreditasi yang ketiga dengan persiapan dan kesiapan yang lebih matang. Hasilnya pada tahun tersebut SMAK Swastiastu memperoleh status yang selama ini diharapkan yaitu DISAMAKAN dan berhat melaksanakan Ujian Nasional sendiri.

Dinamika masyarakat berkembang, pada tahun 2000 muncul tuntutan untuk mengubah nama Swastiastu dengan nama yang lain. Seiring dengan perubahan nama Yayasan Swastiastu menjadi Yayasan Insan Mandiri, SMAK Swastiastu mengubah namanya menjadi SMAK SANTO PAULUS.

Tahun 2006, SMAK Santo Paulus mendapat kesempatan melaksanakan akreditasi yang ke-5 dan berhasil memperoleh status terakreditasi A.

Kehadiran Siswa
  1. Sepuluh menit sebelum 07.15 sudah hadir di sekolah.
  2. Keterlambatan hadir kurang dari 10 menit tidak diperbolehkan masuk/mengikuti pelajaran seijin guru piket.
  3. Keterlambatan lebih dari 10 menit tidak diperbolehkan masuk/mengikuti pelajaran dan akan diberikan ijin masuk pada jam berikutnya setelah mendapat surat ijin dari guru piket; sambil menunggu pergantian jam, siswa mendapat tugas khusus oleh guru BK.
  4. Apabila siswa tidak masuk sekolah karena sakit, atau ijin harus mengirimkan surat ijin yang sah dari orang tua/wali murid pada hari itu juga atau lewat telpon sekolah.
  5. Jumlah hari hadir selama satu semester sekurang-kurangnya 90% hari efektif sekolah dan apabila tidak terpenuhi maka dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk penentuan kenaikan kelas.
  6. Apabila siswa akan meninggalkan kelas sebelum jam belajar sekolah berakhir oleh karena sakit atau ijin keperluan lain, harus minta ijin kepada semua guru bidang studi yang ditinggalkan, dan baru boleh meninggalkan sekolah setelah mendapat surat ijin meninggalkan sekolah dari guru piket.
  7. Apabila siswa akan meninggalkan kelas atau jam pelajaran harus minta ijin kepada guru yang mengajar di kelas yang bersangkutan dan surat ijin ditinggalkan di kelas.
  8. Wajib mengikuti semua kegiatan belajar mengajar sejak jam pertama hingga jam terakhir, serta pulang secara bersama-sama setelah tanda bel pelajaran terakhir dibunyikan.
  9. Berada di dalam kelas pada jam-jam kegiatan belajar mengajar dan tetap berada dilingkungan halaman sekolah pada saat jam istirahat.
  10. Wajib mengikuti upacara yang ditentukan oleh sekolah.
Pakaian Seragam Sekolah
  1. Mengenakan pakaian seragam OSIS/putih abu-abu lengkap dengan atributnya pada hari senin s.d. selasa serta pada hari-hari upacara yang ditentukan.
  2. Mengenakan pakaian seragam khas SMAK Santo Paulus lengkap pada hari rabu dan kamis.
  3. Mengenakan pakaian seragam pramuka lengkap dengan atributnya pada hari jumat.
  4. Mengenakan pakaian olahraga SMAK Santo Paulus pada hari sabtu.
  5. Bersepatu hitam bertali dan barkaos kaki putih panjang.
  6. Mengenakan ikat pinggang yang telah ditentukan oleh sekolah.
  7. Potongan dan bahan pakaian seragam serta atribut sesuai dengan ketentuan/model yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  8. Pakaian seragam dalam keadaan bersih dan rapi (tidak kotor/lusuh).
  9. Baju putih abu-abu bagian bawah dimasukan pada celana/rok sehingga tampak ikat pinggangnya.
Larangan-Larangan
  1. Melanggar kewajiban-kewajiban yang harus dipatuhi oleh siswa sebagaimana pada Bab I dan Bab II.
  2. Meninggalkan sekolah sebelum berakhirnya kegiatan belajar mengajar tanpa ijin (bolos).
  3. Berkeliaran atau berada di luar kelas pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar.
  4. Berkeliaran atau berada di luar lingkungan sekolah pada saat jam-jam kegiatan belajar mengajar maupun istirahat.
  5. Membawa sepeda motor yang tidak lengkap (protholan) ke sekolah.
  6. Memarkir sepeda motor tidak pada tempatnya.
  7. Mengendarai sepeda/sepeda motor pada jam pelajaran di halaman sekolah.
  8. Membawa uang saku secara berlebihan
  9. Bertingkah/berbicara teriak-teriak dan berbuat onar yang mengundang kerawanan sekolah.
  10. Berpacaran di lingkungan sekolah baik pada saat jam-jam sekolah maupun di luar jam sekolah.
  11. Membawa senjata tajam atau sejenisnya, yang diperkirakan dapat dipergunakan untuk hal-hal yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
  12. Berkelahi diantara sesama siswa SMAK Santo Paulus, maupun siswa/orang lain di luar sekolah.
  13. Merokok selama masih mengenakan seragam sekolah baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  14. Berjudi atau hal-hal yang bisa diindikasikan perjudian.
  15. Mengambil barang-barang baik milik sekolah maupun milik teman yang bukan miliknya.
  16. Melakukan pemerasan atau sejenisnya yang bersifat atau diindikasikan premanisme.
  17. Melakukan pelecehan/penghinaan kehormatan martabat guru, karyawan maupun sesame peserta didik.
  18. Membawa buku bacaan/kaset video ataupun HP yang memuat video pornografi.
  19. Membawa/mengkonsumsi/mengedarkan obat-obatan terlarang (Narkoba) maupun minuman keras, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  20. Pelecehan seksual dan perbuatan tidak senonoh.
  21. Menikah dan atau hamil.
  22. Melakukan semua tindakan dalam kategori tindakan criminal.
  23. Bertato.
  24. Memalsukan dokumen administrasi sekolah.
  25. Menggunakan alat komunikasi elektronik (HP) dalam kegiatan pembelajaran/evaluasi tanpa ijin.
  1. Ruang kelas
  2. Ruang perpustakaan
  3. Ruang laboratorium Biologi
  4. Ruang laboratorium Fisika
  5. Ruang laboratorium Kimia
  6. Ruang laboratorium Komputer
  7. Ruang laboratorium Bahasa
  8. Ruang pimpinan
  9. Ruang guru
  10. Ruang tata usaha
  11. Tempat beribadah
  12. Ruang konseling
  13. Ruang UKS/M
  14. Ruang organisasi kesiswaan
  15. Jamban
  16. Gudang
  17. Ruang sirkulasi
  18. Tempat bermain/berolahraga
  19. Kantin
  20. Tempat parkir

SMAK SANTO PAULUS memiliki jumlah rombel sebanyak 3, dengan uraian sebagai berikut:

Uraian Rombel 10 Rombel 11 Rombel 12
L P Tot L P Tot L P Tot
Jumlah 4 3 7 2 6 8 4 6 10
Kepala Sekolah:

Sr. M. Floriani, FSGM

Guru:
  1. Christophorus Supriyadi
  2. Desak Nyoman Inten Kencana
  3. Helen Carolina Nangin
  4. Kadek Agus Hendrawan
  5. Luh Mahayani
  6. Luh Putu Widiasih
  7. Maria Goreti Ketut Sutati
  8. Nengah Tirtayana
  9. Ni Ketut Wardani
  10. Ni Luh Suastini
  11. Paulina Yuniartini U.L.
  12. Suryawan
  13. Veronika Apriliani J.C.
  14. Wayan Desy Minggarini
  15. Yakobus Moda Laka
  1. Pramuka
  2. Futsal
  3. Seni Tari
  4. Bola Volley
  5. Paskibraka

Proses pendaftaran:

  1. Calon siswa mengisi form pendaftaran online dengan lengkap dan benar, setelah klik KIRIM, calon siswa akan menerima balasan email sebagai bukti sudah mendaftar.
  2. Calon siswa menerima balasan email dari pihak sekolah beserta informasi terkait pendaftaran siswa baru dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.
  3. Calon siswa wajib membawa dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan dengan datang langsung ke sekolah.

Silahkan isi data-data dibawah ini dengan lengkap dan benar.