Nama Sekolah: TK Swastisari Palasari
Tahun Berdiri: 1958
Ijin Operasional:

Jenjang Sekolah: PAUD-TK
Status Akreditasi & Nilai:
Tanggal/Masa Akreditasi:

Jumlah Siswa:
Jumlah Kelas:
Jumlah Guru/Pegawai:

Alamat

Jl. Gereja no. 4 Palasari
Jembrana, Bali 82252

Galeri

  1. Mencerdaskan anak bangsa yang aktif, kreatif dan inovatif serta beriman kepada Tuhan yang Maha Esa.
  2. Mampu mandiri, sehat, cerdas dan trampil serta berjiwa religius.
  3. Memiliki rasa tanggung jawab serta bersolider dengan sesama.
  4. Menjadi contoh yang baik dalam keteladanan berdisiplin dan jujur sejak usia dini.

Cikal bakal sekolah TK Palasari berawal dari gagasan Mgr Hubertus Hermens SVD, yang ingin meringankan penderitaan anak-anak karena pada waktu banyak anak-anak yang sakit dan kurang mendapatkan pendidikan,perawatan dan kesehatan. Dengan adanya penderitaan-penderitaan ini prefek apostolik Bali – Lombok Mgr. H. Hermens berpikir lebih lanjut untuk mengatasi masalah ini kususnya dibidang penderitaan, maka beliau berminat memanggil suster-suster dari konggergasi suster-suster Tapa Denda dan Cinta Kasih Kristiani Ordo Bapa Serafikus Santo Fransiskus untuk diajak bekerja sama.

Dalam waktu yang tidak lama, terbentuklah komunitas baru yang beranggota lima orang suster mereka ialah: Sr. Pancratia Rubingah, OSF, Sr. Themasine Meindera, OSF, Sr. Lea Warsiti, OSF, Sr. Sabina Soedjijah, OSF, dan Sr. Magdala Ngadijah, OSF sebagai pimpinannya.

Mulailah kerja para suster ditengah-tengah para transmigran terpencil di Palasari, Bali Barat. Walaupun tugas terasa berat karena kurangnya sarana, sulitnya perhubungan, tetapi oleh semangat juang yang membaja untuk bekerja keras untuk membangun desa tersebut, serta adanya rasa pengorbanan yang tinggi sebagai murid dan pengikut Kristus dalam karya penyelamatan manusia.

Para suster-suster tersebut memulai karyanya dalam:

  1. Pelayanan Kesehatan: Poliklinik Yayasan Keuskupan, klinik bersalin/BKIA Yayasan Keuskupan.
  2. Sekolah-sekolah: Yayasan Swastiastu
  3. Membantu karya pastoral paroki: Mengajar agama dalam paroki/stasi.

Karena kurangnya perhatian dan pemeliharaan, banyak anak-anak menjadi sakit dan terlantar. Karena keadaan ekonomi keluarga lemah, orang tua kurang mampu, anak-anak kurang pendidikan. Melihat situasi semacam ini maka tersentuhlah hati para misonaris ini memulai misi untuk mencerdaskan bangsa lewat pendidikan dengan medirikan sekolah dari yang terendah adalah TK. Atas persetujuan Mgr. Hubertus Hermens, SVD, Rm. Bernardus Blanken, SVD, dan Sr. Theopille Bosman OSF maka didirikanlah sekolah TK yang merupakan suatu wadah pendidikan yang utama untuk memberikan kesempatan bagi putra-putri Palasari untuk bisa mengenyam pendidikan yang merupakan dasar utama untuk bisa meneruskan pendidikan di tingkat sekolah dasar.

TK Swastisari tepatnya berdiri tanggal 19 Agustus1958 dengan pengasuh pertama Sr. Eligia (yang waktu itu belum menjadi suster), dengan jumlah anak sebanyak 42 anak laki-laki 20 orang dan anak perempuan 22 orang dengan umur anak rata-rat 5-6 tahun.

Awal tahun berdirinya TK Swastisari sampai dengan tahun 1960 karena belum ada ruangan yang kusus untuk mengadakan kegiatan belajar mengajar maka terpaksa dilaksanakan dirumah Pan Catri salah satu penduduk Palasari yang peduli dengan pendidikan putra-putri Palasari.

Untuk membantu melancarkan pendidikan di TK waktu itu juga sering dibantu oleh Sr. Lea Warsiti, OSF sebagai kepala SD dan mengenai alat-alat perlengkapan dalam proses belajar mengajar sering dikirim dari semarang. Tahun 1961 TK Swastisari sudah memiliki gedung sendiri, inipun atas inisiatif para biarawan-biarawati yang ada di Palasari yang telah banyak menaruh perhatian serta sumbangan baik materiil maupun spirituil demi kelangsungan pendidikan di TK. Seorang misonaris dari Belanda yaitu Br. Ignatius, SVD telah memberikan tempat yang cocok untuk melaksanakan pendidikan bagi anak-anak TK, misalnya sarana untuk bermain. Di bawah sebuah pohon beringin yang besar tepatnya 30 m sebelah utara dari SDK Budi Rahayu, disitulah gedung TK berdiri dengan tempat yang strategis,tempat bermain yang sangat luas serta fasilitas bermain yang cukup lengkap.

Sekolah yang awalnya serba terbatas ini ternyata membawa gaya tarik sendiri bagi masyarakat untuk menyekolahkan putra-putri mereka.Selanjutnya Tahun 1975 TK Swastisari mulai berkembang, cara dan tingkat pendidikan dibagi menjadi 2 bagian.Karena banyaknya anak sudah barang tentu banyak juga terjadi perbedaan umur, untuk itu kelaspun dibagi menjadi 2 ruangan dengan istilah kelas TK besar dengan umur 5-6 tahun dan kelas TK kecil dengan umur 4-5 tahun. Oleh karena situasi dan kondisi TK Swastisari sejak tanggal 17 Juli 2007 sudah memiliki gedung sendiri yang di bangun oleh Yayasan Insan Mandiri. Namun seiring berjalannya waktu sekolah ini pun berkembang tentu tidak lepas dari bimbingan kepala sekolah dan guru-guru yang terlibat di dalamnya.

TATA TERTIB GURU TK SWASTISARI PALASARI
  1. Guru harus tiba di sekolah sebelum jam pelajaran dimulai yaitu jam 6.30 Wita.
  2. Guru harus berpakaian yang sopan dan rapi.
  3. Guru harus bersikap adil dan bijaksana terhadap anak didiknya.
  4. Guru pulang dari sekolah harus tepat waktu.
  5. Bagi guru yang dapat giliran piket harus bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan dan kamar mandi/WC.
  6. Guru yang tidak masuk/hadir disekolah harus minta ijin melaui surat/lewat telepon.
  7. Dalam satu bulan boleh minta ijin 1 x/hari.
  8. Guru meninggalkan sekolah sebelum waktunya harus mengisi buku permisi.
  9. Kalau anak-anak bermain diluar kelas, guru harus menunggu diluar.
TATA TERTIB SISWA TK SWASTISARI PALASARI
  1. Murid harus tiba disekolah paling lambat 10 menit sebelum kegiatan sekolah dimulai.
  2. Murid diperbolehkan masuk kedalam bersama pengantarnya hanya dalam 2 minggu pertama sekolah setelah waktu tersebut penunggu menunggu di ruang tunggu
  3. Murid wajib memakai seragam sekolah sesuai dengan jadwal.
  4. Murid yang tidak masuk harus memberitahukan kepada guru melalui surat atau telepon.
  5. Di sekolah ada ekstrakurikuler, siswa bebas memilih ekstrakurikuler sesuai minat.
  6. Murid wajib menjaga kebersihan dan ketertiban sekolah.
  7. Murid tidak diperkenankan:
    • Membawa benda tajam yang dapat membahayakan dirinya dan sesama temannya
    • Memakai perhiasan
    • Membawa uang
    • Membawa mainan dari rumah
  1. Murid tidak diperkenankan untuk privat tes kepada gurunya tanpa seijin sekolah, pihak sekolah akan mengkoordinir tes bagi murid yang perlu di bantu.
  2. Uang sekolah harus dibayar selambat-lambatnyatanggal 10 setiap bulannya.
  1. Ruang Belajar/Kelas
    TK Swastisari memiliki 2 ruang belajar, 1 ruang untuk kelompok A dan 1 ruang untuk kelompok B. Masing – masing ruang dilengkapi dengan fasilitas untuk belajar.
  2. Ruang Kepala Sekolah dan Guru
    Kebersihan ruang Kepala Sekolah dan Guru dikerjakan oleh guru dan siswa.Kebersihan dan ventilasi ruangan agar baik sehingga kepala sekolah dan guru pada saat berada di ruangan merasa nyaman dan segar.Segala sarana prasarana yang ada diruangan Kepala Sekolah dan Guru seperti meja dan kursi dijaga kebersihannya.
  3. Ruang bermain di luar
    Tempat yang nyaman untuk kegiatan bermain di luar kelas, walaupun sarana yang tersedia belum lengkap.
  4. Kebun Sekolah/Taman Sekolah
    Halaman TK Swastisari ada di depan ruang kelas. Penataan halaman dilaksanakan agar kelihatan indah, asri dan lestari.Penataan kebun / taman sekolah ini dengan menanam beraneka jenis bunga, tanaman perindang dan yang tidak kalah pentingnya adalah tanaman obat yang ada dibelakang sekolah yang dilengkapi dengan kebun pisang.Kebun sekolah ini sekaligus sebagai tempat siswa belajar untuk mengenal alam sekitar.
  5. Kamar Mandi/WC
    Kamar mandi dan WC wajib dimiliki setiap sekolah, dengan tersediannya sarana ini akan tercermin kebersihan suatu sekolah. Di TK Swastisari sudah tersedia 1 WC guru, 2 WC siswa, .Kebersihan kamar mandi dan WC ini menjadi tanggung jawab sekolah guru.Sumber air baik untuk kegiatan kebersihan berasal dari PAM.
  6. Tempat Cuci Tangan
    Sarana untuk mencuci tangan sangat penting, maka dari itu TK Swastisari menyediakan fasilitas untuk mencuci tangan sesuai dengan rasio yang dibutuhkan.
  7. Ruang Tunggu
    Ruang tunggu menjadi kebutuhan yang penting disamping sarana lain di TK Swastisari.Mengingat cukup banyak orang tua siswa yang terkadang menunggu anak-anaknya di areal sekolah.

Kepala Sekolah: Gusti Ayu Ketut Siti Wardani, S.Pd.AUD
Guru Kelas: Dewa Ayu Putu Sutiati, S.Pd.AUD
Ni Putu Seni Argentini, S.Pd.AUD

  1. Tari Kreasi/Bali
  2. Melukis

Proses pendaftaran:

  1. Calon siswa mengisi form pendaftaran online dengan lengkap dan benar, setelah klik KIRIM, calon siswa akan menerima balasan email sebagai bukti sudah mendaftar.
  2. Calon siswa menerima balasan email dari pihak sekolah beserta informasi terkait pendaftaran siswa baru dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.
  3. Calon siswa wajib membawa dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan dengan datang langsung ke sekolah.

Silahkan isi data-data dibawah ini dengan lengkap dan benar.