Nama Sekolah: SMPK Kesuma
Tahun Berdiri: 1954
Ijin Operasional: 003/1978

Jenjang Sekolah: SMP
Status Akreditasi & Nilai: A, 97.00
Tanggal/Masa Akreditasi:

Jumlah Siswa: 360
Jumlah Kelas: 24
Jumlah Guru/Pegawai:

Alamat

Cakranegara Barat, Kec. Cakranegara
Kota Mataram
NTB 83239

Galeri

SMP Katolik Kesuma Mataram didirikan pada tanggal 2 Agustus 1954. Nama KESUMA sendiri memiliki arti: Kecerdasan Suluh Masyarakat. Dengan nama ini, sekolah diharapakan mampu menjadi suluh (obor) bagi masyarakat di sekitarnya, terkandung pesan juga bahwa insan-insan KESUMA juga harus mampu menjadi pribadi-pribadi yang berguna bagi masyarakat disekitar mereka.

Sekolah ini, mula-mula dibangun sembilan ruang, masing-masing untuk ruang kelas, ruang kantor dan lainnya. Dengan semakin berkembangnya pendidikan di SMPK, maka sekolah ini memiliki 12 ruang kelas, ruang TU, ruang kepala sekolah dan ruangan pendukung lainnya. Pada awal tahun 2014, SMPK mengalami renovasi dan selesai pada awal 2015,  menempati gedung baru sesudah renovasi dari gedung lama. Dengan gedung baru, SMP Katolik Kesuma Mataram berusaha untuk selalu meningkatkan kualitas pelayanan kepada para siswanya

Berikut ini adalah kepala sekolah yang memimpin SMP Katolik Kesuma Mataram dan berjasa mengembangkan sekolah ini:

  1. Pastor Yoseph Lych, SVD, 1954
  2. Bapak B. Suroso,  Tahun 1959 - 1961
  3. Bapak B. Sukara,  Tahun 1961 - 1964
  4. Bapak E. Djoyosumpeno, BA, Tahun 1964 - 1966
  5. Bapak T.J. Achmad Sari.  Tahun 1966 - 1972
  6. Bapak P.C. Ngadiyo, BA,  Tahun 1972 - 1985
  7. Bapak FX. Sareng, BA, Tahun 1985 - 1987
  8. Bapak Drs, Y. Nyoman Mukra, BA, Tahun 1987 - 1989
  9. Bapak Rato Yakobus, BA,   Tahun 1989 - 1994,
  10. Sr. M. Mathea, AK,  Tahun 1994 - 1999,
  11. Sr. Dra. M. Valentine, AK,  Tahun 1999 - 2003,
  12. Sr.  M. Ambrosia, AK,  Tahun 2003 - 20,
  13. Sr. M. Rafaellien, AK, S.FK,  Tahun 1998 - 2003,
  14. Sr. M. Aloysia, AK, S.Pd,  Tahun 2016 - sekarang
BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Latar Belakang

Undang-Undang ( UU ) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa setiap satuan pendidikan pada setiap jenjang wajib memenuhi Standar Nasional Pendidikan ( SNP ) yang meliputi Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan, dan Standar Penilaian Pendidikan.

Standar Nasional yang berkaitan dengan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan agar proses pendidikan berlangsung secara efektif dan efisien serta mencapai tujuan adalah standar pengelolaan. Salah satu komponen dari standar pengelolaan adalah rencana kerja sekolah adalah bidang kurikulum, dan salah satu bagian utama dari rencana pengelolaan sekolah yang dibutuhkan adalah bidang kurikulum, kegiatan pembelajaran dan peraturan akademik.

Dalam upaya memenuhi kebutuhan satuan pendidikan guna mempercepat pemenuhan standar pengelolaan khususnya dalam bidang akademik, maka SMP KATOLIK KESUMA Mataram menyusun dan menerbitkan Peraturan Akademik.

Pasal 2
Tujuan
  1. Petujuk operasional dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran
  2. Upaya meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMP KATOLIK KESUMA Mataram.
Pasal 3
Landasan
  1. Undang-Undang ( UU ) Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
  2. Peraturan Pemerintah ( PP ) Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan
  3. Permendiknas Nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan
  4. Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana
  5. Permendiknas Nomor 20 tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan
  6. Permendiknas Nomor 21 tahun 2016 tentang Standar Isi
  7. Permendiknas Nomor 22 tahun 2016 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan dasar dan menengah
  8. Permendiknas Nomor 23 tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
  9. Permendiknas Nomor 24 tahun 2016 tentang Kompetensi Dasar dan Kompetensi Inti
Pasal 4
Pengertian dan Konsep
  1. Peraturan akademik adalah seperangkat peraturan yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh seluruh komponen sekolah yang terkait dalam pelaksanaan rencana kerja sekolah bidang kurikulum dan kegiatan pembelajaran yang disusun untuk satu tahun
  2. Peraturan akademik berisi mengenai (a) persyaratan minimal kehadiran peserta didik untuk mengikuti pelajaran dan tugas dari guru, (b) ketentuan mengenai ulangan, remedial, ujian, kenaikan kelas, penjurusan dan kelulusan, (c) ketentuan hak peserta didik menggunakan fasilitas belajar, laboratorium, perpustakaan, penggunaan buku pelajaran, buku referensi, dan buku perpustakaan, (d) layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran, wali kelas dan Konselor ( BK )
  3. Ulangan adalah kegiatan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik secara berkelanjutan dalam proses pembelajaran untuk memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran dan menentukan keberhasilan peserta didik.
  4. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar ( KD ) atau lebih.
  5. Penilaian Tengah Semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran
  6. Penilaian Akhir Semester adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik di akhir semester gasal.
  7. Penilaian Akhir Tahun adalah kegiatan yang dilakukan oleh satuan pendidikan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester genap.
  8. Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN.
  9. Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran pencapaian kompetensi peserta didik pada beberapa mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam rangka menilai pencapaian Standar Nasional Pendidikan (Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan);
  10. Pembelajaran Remedial merupakan layanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan;
  11. Pengayaan merupakan pengalaman atau kegiatan peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat melakukannya;
  12. Fasilitas belajar mencakup seluruh sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, yang dapat digunakan oleh peserta didik selama mengikuti kegiatan pembelajaran baik intrakurikuler maupun ekstrakulrikuler;
  13. Layanan konsultasi kepada mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri, yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan dalam belajar, menguasai keterampilan akademik sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran (Panduan Analisis Potensi Peserta didik, Layanan Akademik dan Pengembangan Diri – Abkin dan Direktorat PSMP – Tahun 2008);.
  14. Guru bimbingan dan konseling/konselor adalah pendidik yang memiliki tugas dan wewenang untuk membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kemampuan belajar dan pengembangan karir. Bidang pelayanan pengembangan kemampuan belajar dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar untuk mengikuti pendidikan sekolah secara Mandiri (Pedoman Pelaksanaan Tugas Guru dan Pengawas – Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu dan Tenaga Kependidikan – Tahun 2009).
BAB II
PERSYARATAN MINIMAL KEHADIRAN PESERTA DIDIK
Pasal 5
Syarat Persentase Minimal Kehadiran Peserta Didik Untuk Dapat Mengikuti Penilaian Akhir Semester
  1. Peserta didik berhak mengikuti penilaian akhir semester bila kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran minimal mencapai 75 % dari jumlah hari belajar efektif pada semester gasal
  2. Peserta didik dinyatakan tidak berhak mengikuti penilaian akhir semester bila kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran kurang dari 75 % dari jumlah hari belajar efektif pada semester gasal
  3. Bagi peserta didik yang dinyatakan tidak memenuhi syarat presentase minimal ( 90 % ) untuk dapat mengikuti penilaian akhir semester, maka peserta didik yang bersangkutan diwajibkan mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru yang bersangkutan
  4. Bagi peserta didik yang presentase minimal kehadirannya kurang dari 90 % dari jumlah hari belajar efektif pada semester gasal dan telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran bersangkutan dapat diikutsertakan dalam penilaian akhir semester gasl.
  5. Syarat kehadiran tersebut di atas, tidak diperhitungkan bagi peserta didik yang tidak hadir disebabkan karena sakit (yang dibuktikan surat keterangan sakit dari dokter), mengikuti kegiatan mewakili sekolah, pemerintah daerah atau negara yang dibuktikan dengan surat izin atau surat tugas.
Pasal 6
Syarat Persentase Minimal Kehadiran Peserta Didik  Untuk Dapat Mengikuti Penilaian Akhir Tahun
  1. Peserta didik berhak mengikuti penialaian akhir tahun bila kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran minimal mencapai 90 % dari jumlah hari belajar efektif pada semester gasal
  2. Peserta didik dinyatakan tidak berhak mengikuti penilaian akhir tahun bila kehadiran peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran efektif pada setiap mata pelajaran kurang dari 90 % dari jumlah hari belajar efektif pada semester genap
  3. Bagi peserta didik yang dinyatakan tidak memenuhi syarat presentase minimal ( 90 % ) untuk dapat mengikuti penilaian akhir tahun, maka peserta didik yang bersangkutan diwajibkan mengerjakan tugas mata pelajaran dari guru yang bersangkutan
  4. Bagi peserta didik yang presentase minimal kehadirannya kurang dari 90 % dari jumlah hari belajar pada semester gasal dan telah menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran bersangkutan dapat diikutsertakan dalam penilaian akhir tahun.
  5. Syarat kehadiran tersebut di atas, tidak diperhitungkan bagi peserta didik yang tidak hadir disebabkan karena sakit (yang dibuktikan surat keterangan sakit dari dokter), mengikuti kegiatan mewakili sekolah, pemerintah daerah atau negara yang dibuktikan dengan surat izin atau surat tugas.
Pasal 7
Syarat Minimal Penyelesaian Tugas-Tugas yang Diberikan  oleh Guru Mata Pelajaran
  1. Setiap peserta didik wajib menyelesaikan seluruh tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran baik tugas mandiri maupun kelompok
  2. Batas waktu penyelesaian tugas yang diberikan oleh guru mata pelajaran, ditetapkan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan ketentuan paling lambat sampai dengan batas waktu penilaian yang diberikan oleh guru maupun sekolah secara kolektif sebelum penyerahan Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik ( LHPKPD ) diserahkan pada orang tua peserta didik
  3. Setiap tugas yang diberikan kepada peserta didik, wajib diperiksa dan dinilai oleh guru mata pelajaran bersangkutan
  4. Setiap peserta didik berhak mendapatkan kembali tugas yang telah diperiksa dan dinilai oleh masing-masing guru mata pelajaran yang bersangkutan.
  5. Setiap peserta didik berhak mengetahui hasil penilaian terhadap tugas yang diberikan guru kepadanya dan hasil penilaian tugas tersebut merupakan salah satu bagian dari penilaian akhir proses dan hasil belajar peserta didik.
BAB III
KETENTUAN PELAKSANAAN ULANGAN DAN UJIAN
Pasal 8
Pelaksanaan Ulangan Harian

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Ulangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD) atau lebih.
  2. Ulangan harian dilaksanakan, bila guru telah menyelesaikan kegiatan pembelajaran minimal satu Kompetensi Dasar (KD)
  3. Peserta didik dapat mengikuti ulangan harian bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran pada Kompetensi dasar (KD) yang diujikan
  4. Bentuk soal yang diujikan dalam ulangan harian dirancang oleh masing-masing guru baik dalam bentuk pilihan ganda, essay test/uraian
  5. Alokasi waktu pelaksanaan ulangan harian ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesulitan soal yang diujikan.

Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ulangan harian karena alasan tertentu:

  1. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti ulangan harian karena alasan tertentu dan dapat dipertanggungjawabkan dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu yang ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
  2. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran bersangkutan karena alasan tertentu dan dapat dipertanggungjawabkan maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ulangan harian susulan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
  3. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik tidak memenuhi syarat untuk mengikuti ulangan harian maka peserta didik tersebut diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru dan selanjutnya baru mengikuti ulangan harian susulan yang dilakukan secara lisan oleh guru yang bersangkutan.
Pasal 9
Pelaksanaan Penilaian Tengah Semester

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Penilaian Tengah Semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan 8 – 9 minggu kegiatan pembelajaran
  2. Cakupan penilaian tengah semester meliputi seluruh indikator yang mempresentasikan seluruh Kompetensi Dasar (KD) pada periode tertentu
  3. Peserta didik berhak mengikuti penilaian tengah semester bila telah mengikuti kegiatan pembelajaran pada kempetensi dasar ( KD )yang telah diujikan
  4. Bentuk soal yang diujikan dalam penilaian tengah semester dirancang oleh masing-masing guru baik dalam bentuk pilihan ganda, essay test/uraian
  5. Materi soal yang diujikan pada penilaian tengah semester harus mencakup dan merepresentasikan seluruh Kompetensi dasar (KD) yang telah dipelajari
  6. Alokasi waktu pelaksanaan penilaian tengah semester ditentukan oleh masing-masing guru mata pelajaran dengan mempertimbangkan jumlah butir soal dan tingkat kesulitan soal yang diujikan

Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti penilaian tengah semester karena alasan tertentu:

  1. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti ulangan tengah semester karena alasan tertentu dan dapat dipertanggungjawabkan dapat mengikuti ulangan harian susulan pada waktu yang ditentukan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
  2. Peserta didik yang tidak dapat mengikuti penilaian tengah semester susulan pada waktu yang telah ditentukan oleh guru mata pelajaran bersangkutan karerna alasan tertentu dan dapat dipertanggungjawabkan maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti penilaian tengah semester susulan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan
  3. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan harian pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan atau tidak dapat dipertanggungjawabkan dan peserta didik tidak memenui syarat untuk mengikuti penilaian tengah semester maka peserta didik tersebut diharuskan terlebih dahulu menyelesaikan tugas-tugas belajar yang diberikan oleh guru dan selanjutnya baru mengikuti penilaian tengah semester susulan yang dilakukan secara tertulis oleh guru yang bersangkutan.
Pasal 10
Pelaksanaan Penilaian Akhir Semester

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Penilaian akhir semester adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik di akhir semester gasal.
  2. Cakupan materi soal yang diujikan penilaian akhir semester mencakup seluruh indikator yang merepresentasikan semua kompetensi dasar (KD) yang telah dipelajari pada semester gasal.
  3. Penilaian akhir semester dilaksanakan secara kolektif oleh sekolah yang dikoordinir oleh bidang kurikulum bersama-sama dengan panitia penilaian akhir semester.
  4. Soal-soal yang diujikan pada penilaian akhir semester dirancang bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang paralel dan dengan demikian soal tersebut berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang paralel.
  5. Bentuk soal yang diujikan pada ulangan akhir semester mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku.
  6. Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan ulangan akhir semester ditentukan oleh bidang kurikulum bersama-sama dengan panitia penilaian akhir semester dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir soal dan tingkat kesulitan yang diujikan.

Persyaratan Mengikuti Ulangan Akhir Semester
Peserta didik berhak mengikuti ulangan akhir semester bila:

  1. telah memenuhi syarat minimal presentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 5
  2. telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester
  3. telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh sekolah.

Solusi bagi peserta didikyang tidak mengikuti ulangan akhir semester karena alas an tertentu

  1. Peserta didik yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti ulangan akhir semester namun tidak dapat mengikuti ulangan akhir karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka berhak mengikuti ukangan akhir semester susulan pada waktu yang telah ditentukan
  2. Peserta didik yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti ulangan akhir semester namun tidak dapat mengikuti ulangan akhir karena alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti ukangan akhir semester yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan pada waktu yang telah ditentukan
  3. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti ulangan akhir semester pada waktu yang telah ditentukan karena alas an tertentu yang dapat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan tetapi peserta didik tersebut tidank memenuhi syarat minimal kehadiran untuk mengikuti ulangan akhir semester, maka peserta didik tersebut diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti ulangan akhir semester susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Pasal 11
Ulangan Kenaikan Kelas

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Ulangan Kenaikan Kelas adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik di akhir semester genap pada satuan pendidikan yang menggunakan sistem paket.
  2. Cakupan materi soal yang diujikan ulangan kenaikan kelas mencakup seluruh indikator yang merepresentasikan semua kompetensi dasar (KD) yang telah dipelajari pada semester genap.
  3. Ulangan Kenaikan Kelas dilaksanakan secara kolektif oleh sekolah yang dikoordinir oleh bidang akademik/kurikulum bersama-sama dengan panitia Ulangan Kenaikan Kelas.
  4. Soal-soal yang diujikan pada Ulangan Kenaikan Kelas dirancang bersama-sama oleh guru mata pelajaran pada kelas yang parallel dan dengan demikian soal tersebut berlaku untuk seluruh mata pelajaran sejenis pada jenjang, kelas dan jurusan yang parallel.
  5. Bentuk soal yang diujikan pada Ulangan Kenaikan Kelas mengacu kepada ketentuan-ketentuan yang berlaku.
  6. Alokasi waktu dan jadwal pelaksanaan Ulangan Kenaikan Kelas ditentukan oleh bidang akdemik/kurikulum bersama-sama dengan panitia Ulangan Kenaikan Kelas dengan mempertimbangkan mata pelajaran, jumlah butir oal dan tingkat kesulitan yang diujikan.

Persyaratan Mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas
Peserta didik berhak mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas bila:

  1. telah memenuhi syarat minimal presentase kehadiran dalam mengikuti kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran sebagaimana tersebut pada Bab II Pasal 6
  2. telah mengikuti ulangan harian dan ulangan tengah semester
  3. telah memenuhi syarat administrasi yang ditetapkan oleh sekolah.

Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas karena alasan tertentu

  1. Peserta didik yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas namun tidak dapat mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas karena alasan yang dapat dipertanggungjawabkan maka berhak mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas susulan pada waktu yang telah ditentukan
  2. Peserta didik yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas namun tidak dapat mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas karena alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan maka peserta didik yang bersangkutan diharuskan mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas yang dilakukan secara lisan oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan pada waktu yang telah ditentukan
  3. Peserta didik yang tidak dapat hadir mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas pada waktu yang telah ditentukan karena alasan tertentu yang dapat dan tidak dapat dipertanggungjawabkan tetapi peserta didik tersebut tidak memenuhi syarat minimal kehadiran untuk mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas, maka peserta didik tersebut diharuskan terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar tambahan atau menyelesaikan tugas mata pelajaran yang diberikan oleh guru bersangkutan dan selanjutnya baru diperkenankan mengikuti Ulangan Kenaikan Kelas susulan yang dilakukan tersendiri oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan.
Pasal 12
Pelaksanaan Ujian Sekolah

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Ujian sekolah dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik yang dilakukan oleh SMP Katolik Kesuma Mataram untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar dan merupakan salah satu persyaratan kelulusan dari SMP Katolik Kesuma Mataram.
  2. Ujian sekolah terdiri dari ujian tertulis dan ujian praktek
  3. Ujian sekolah dilakukan satu kali terdiri dari ujian sekolah utama dan ujian sekolah susulan
  4. Ujian sekolah susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah
  5. Mata pelajaran diujikan pada ujian sekolah adalah mata pelajaran dari semua kelompok mata pelajaran yaitu kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi, agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, estetika serta jasmani olah raga dan kesehatan yang akan diatur dalam POS Ujian Sekolah – SMP Katolik Kesuma Mataram.
  6. Alokasi waktu dan jadwal dan teknis ujian sekolah tahun pelajaran 2017 / 2018 akan ditetapkan kemudian setelah terbitnya permendiknas tentang ujian sekolah tahun 2017 / 2018

Persyaratan untuk mengikuti ujian sekolah

  1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan berhak mengikuti Ujian Sekolah (US);
  2. Peserta didik harus mendapatkan nilai yang sama atau lebih besar dari nilai batas ambang kompetensi (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang ditetapkan satuan pendidikan, pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, serta kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan
  3. Peserta didik memiliki rapor lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester I tahun terakhir.
  4. Memenuhi persyaratan administrasi yang ditetapkan oleh sekolah

Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ujian sekolah karena alasan tertentu

Peserta didik yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat mengikuti Ujian sekolah utama di SMP Katolik Kesuma Mataram dapat mengikuti ujian sekolah susulan.

Pasal 13
Pelaksanaan Ujian Nasional

Waktu dan Teknis Pelaksanaan

  1. Ujian Nasional dilaksanakan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada mata pelajaran tertentu dalam kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknilogi dalam rangka pencapaian Standar Nasional Pendidikan
  2. Ujian nasional dilksanakan satu kali terdiri dari Ujian Nasional Utama dan Ujian Nasional Susulan
  3. Ujian Nasional Susulan hanya berlaku bagi peserta didik yang sakit atau berhalangan dan dibuktikan dengan surat keterangan yang sah
  4. Alokasi waktu dan jadwal dan teknis ujian nasional tahun pelajaran 2017/2018 akan ditetapkan kemudian setelah terbitnya permendiknas tentang ujian nasional tahun 2017/ 2018, dan POS UN yang diterbitkan oleh BNSP

Persyaratan untuk mengikuti ujian nasional

  1. Peserta didik yang belajar pada tahun terakhir di satuan pendidikan berhak mengikuti Ujian Nasional (UN);
  2. Peserta didik memiliki rapor lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan sampai dengan semester I tahun terakhir.
  3. Peserta didik yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara atau berpenghargaan sama dengan ijazah dari satuan pendidikan setingkat lebih rendah.
  4. Seluruh persyaratan lain akan disesuaikan dengan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan Ujian Nasional tahun pelajaran 2017 / 2018

Solusi bagi peserta didik yang tidak mengikuti ujian nasional karena alasan tertentu

  1. Peserta Ujian Nasional ( UN ) karena alasan tertentu dan disertai dengan bukti yang tidak dapat Ujian Nasional Utama dapat mengikuti Ujian Nasional Susulan
  2. Peserta yang tidak lulus UN pada tahun   pelajaran 2017/2018 yang akan mengikuti UN tahun pelajaran 2018/2019
  3. harus mendaftar pada sekolah/madrasah asal atau sekolah/madrasah penyelenggara UN;
  4. menempuh seluruh mata pelajaran yang di-Ujian Nasional-kan atau hanya mata pelajaran yang nilai tertinggi dari hasil ujian.

Seluruh poin yang telah ditentukan di atas akan disesuaikan dengan peraturan pemerintah tentang pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran2017/2018.

BAB IV
KETENTUAN PELAKSANAAN REMEDIAL DAN PENGAYAAN
Pasal 14
Ketentuan Pelaksanaan Remedial

Ketentuan pelaksanaan remedial

  1. Setiap peserta didik berhak mengikuti kegiatan remedial untuk memperbaiki prestasi belajarnya sehingga mencapai kriteria ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh sekolah,
  2. Pelaksanaan remedial hanya dilakukan terhadap peserta didik yang dalam penilaian proses dan hasil belajar yang diperolehnya, baik pada SK, KD maupun pada satu mata pelajaran belum mencapai KKM yang telah ditetapkan
  3. Hasil nilai remedial peserta didik yang telah tuntas ditulis oleh guru mata pelajaran pada blangko tanda mengikuti remedial yang disiapkan sekolah, diisi dan ditandatangani oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan, selanjutnya baru kemudian diserahkan kepada bidang akademik/kurikulum dan wali kelas
  4. Bidang akademik/kurikulum dan wali kelas tidak berhak merubah nilai peserta didik yang belum menyerahkan format tanda telah mengikuti remedial, sekalipun peserta didik yang bersangkutan telah mengikuti remedial.

Waktu pelaksanaan remedial

  1. Pelaksanaan remedial dapat dilakukan pada setiap akhir ulangan harian, ulangan tengah semester, atau ulangan akhir semester
  2. Peserta didik yang nilainya belum mencapai KKM diberi kesempatan mengikuti remedial maksimal 3 (tiga) kali
  3. Batas waktu pelaksanaan remedial paling lambat sampai dengan akhir tahun pelajaran
  4. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan peserta didik belum melaksanakan remedial, maka bidang akdemik/kurikulum dan wali kelas berhak menulis nilai peserta didik yang bersangkutan dengan nilai sebelum remedial secara permanen pada Buku Laporan Hasil Pencapaian Kompetensi Peserta Didik

Teknis pelaksanaan remedial

  1. Pelaksanaan remedial juga dapat dilakukan setelah peserta didik mempelajari KD tertentu
  2. Mengingat indikator keberhasilan belajar peserta didik adalah tingkat ketuntasan dalam mencapai SK yang terdiri dari beberapa KD, maka pelaksanaan remedial dapat juga dilakukan setelah peserta didik menempuh tes SK yang terdiri dari beberapa KD. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa SK merupakan satu kebulatan kemampuan yang terdiri dari beberapa KD. Peserta didik yang belum mencapai penguasaan SK tertentu maka perlu mengikuti program remedial
  3. Bentuk pelaksanaan remedial dapat dilakukan peserta didik dengan cara :
  4. Mengikuti pembelajaran ulang yang diberikan guru dengan metode dan media yang berbeda
  5. Mengikuti bimbingan secara khusus yang diberikan guru misalnya bimbingan perorangan
  6. Mengerjakan tugas-tugas latihan secara khusus yang diberikan oleh guru
  7. Mengikuti kegiatan tutor sebaya oleh teman sekelasnya yang memiliki kecepatan belajar yang lebih baik sesuai dengan arahan yang diberikan oleh guru mata pelajaran bersangkutan
  8. Nilai hasil remedial yang diperoleh peserta didik tidak melebihi nilai KKM yang telah ditetapkan
Pasal 15
Ketentuan Pelaksanaan Pengayaan

Ketentuan pelaksanaan pengayaan

  1. Pembelajaran pengayaan merupakan kegiatan peserta didik yang melampui per­syaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak dilakukan oleh semua peserta didik,
  2. Pembelajaran pengayaan memberikan kesempatan bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sehingga mereka dapat mengembangkan minat dan bakat serta meng­optimalkan kecakapannya,
  3. Bentuk pengayaan dapat berupa belajar mandiri berupa diskusi, tutor sebaya, membaca dan lain-lain yang menekankan pada penguatan KD tertentu dan tidak ada penilaian di dalamnya.

Teknis pelaksanaan pengayaan

  1. Pelaksanaan pengayaan dapat dilakukan dalam bentuk antara lain melalui:
    • Belajar Kelompok Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena belum mencapai ketuntasan.
    • Belajar mandiri. Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
    • Pembelajaran berbasis tema. Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu.
    • Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran hanya untuk kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun kapabilitas masing-masing.
  2. Sekolah dapat memfasilitasi peserta didik dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran pengayaan seperti ini dilakukan untuk membantu peserta didik mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional, seperti olimpiade sains nasional.
  3. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa, tetapi hanya dilakukan dalam bentuk portofolio, dan dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
BAB V
KETENTUAN KENAIKAN KELAS
Pasal 16
Ketentuan Kenaikan Kelas
  1. Kriteria ketentuan kenaikan kelas mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Keputusan Dirjen Mandikdasmen Nomor 12/C/KEP/TU/2008 tentang Bentuk dan Tata Cara Penulisan LHB Peserta Didik Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  2. Dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau setiap semester genap.
  3. Seorang peserta didik dinyatakan naik kelas bila memenuhi persyaratan sbb:
    • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dan memiliki nilai lengkap untuk setiap mata pelajaran pada tahun pelajaran yang diikuti.
    • Mencapai tingkat kompetensi yang dipersyaratkan pada kompetensi pengetahuan dan keterampilan minimal sama dengan KKM SMP Katolik Kesuma Mataram, yaitu 75 (B).
  4. Nilai sikap untuk setiap mata pelajaran sekurang-kurangnya Baik (B).
  5. Boleh memiliki maksimal dua mata pelajaran yang masing-masing nilai kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilannya di bawah KKM.
  6. Ketidakhadiran siswa tanpa keterangan maksimal 10 % dari jumlah hari efektif.
  7. Tidak memiliki gangguan kesehatan fisik dan kesehatan mental.
  8. Berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru.
BAB VI
KETENTUAN KELULUSAN UJIAN SEKOLAH, UJIAN NASIONAL DAN KELULUSAN DARI SMP KATOLIK KESUMA MATARAM
Pasal 17
Ketentuan Kelulusan Ujian Sekolah
  1. Sekolah menetapkan nilai minimal/batas kelulusan untuk setiap mata pelajaran yang diujikan dalam ujian sekolah
  2. Penetapan batas kelulusan merupakan hasil pertimbangan Komite Sekolah, Kepala Sekolah rapat dewan guru SMP KATOLIK KESUMA Mataram.
  3. Penetapan batas kelulusan diumumkan kepada peserta didik dan diupayakan disampaikan kepada orangtua peserta didik dan masyarakat 2 (dua) bulan sebelum ujian dilaksanakan.
  4. Peserta ujian dinyatakan lulus apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :

Sesuai dengan ketentuan PP 54/2013, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah:

  1. Peserta didik dinyatakan lulus Ujian S/M/SMP/MTs dan SMPLB apabila peserta didik telah memenuhi kriteria kelulusan yang ditetapkan oleh satuan pendidikan berdasarkan perolehan Nilai S/M yakni memperoleh minimal nilai (NS/M) setiap mata pelajaran 60 (enam puluh) dengan minimal rata-rata nilai 65 (enam puluh lima)
  2. Nilai S / M sebagaimana dimaksud pada nomor (2) diperoleh dari gabungan antara nilai US / M dan nilai rata-rata rapor semester 1, 2, 3, 4, dan 5 untuk SMP/MTs dan SMPLB dengan pembobotan 35 % untuk nilai US/M dan 65 % untuk nilai rata-rata rapor.
    NS/M = 65 % rata-rata nilai rapor + 35 % Nilai US / M
  3. Penentuan kelulusan Ujian Sekolah dilakukan melalui rapat dewan pendidik SMP Katolik KESUMA
Pasal 18
Ketentuan Kelulusan Ujian Nasional
  1. Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN, bila memiliki nilai rata ­rata minimal yang ditetapkan oleh pemerintah untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan dalam ujian nasional,
  2. Sekolah dapat menentukan standar kelulusan UN lebih tinggi dari kriteria butir 1.
  3. Pengumuman kelulusan peserta didik dari SMP Katolik KESUMA Mataram akan ditentukan kemudian oleh Kementerian Pendidikan Nasional.
Pasal 19
Ketentuan Kelulusan Peserta Didik dari SMP Katolik KESUMA Mataram

Dalam merumuskan ketentuan kelulusan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Standar Nasional Pendidikan, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan, yaitu peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan menengah

Peserta didik dinyatakan lulus Sekolah / lulus dari SMP Katolik KESUMA Mataram apabila yang bersangkutan memenuhi ketentuan   yang ditentukan sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran;
  2. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga, dan kesehatan;
  3. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan Lulus Ujian Nasional.
BAB VII
KETENTUAN HAK PESERTA DIDIK DALAM PENGGUNAAN FASILITAS BELAJAR  (SARANA PRASARANA SEKOLAH)
Pasal 20
Ketentuan Hak Peserta Didik dalam Penggunaan Ruang Belajar
  1. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk mengikuti kegiatan pembelajaran pada jam belajar efektif,
  2. Peserta didik berhak menggunakan ruang belajar sebagai sarana untuk kegiatan diskusi, seminar, dll yang dilaksanakan di luar jam belajar efektif dalam upaya peningkatan wawasan pengetahuan peserta didik,
  3. Penggunaan ruang belajar di luar jam belajar efektif harus dilaporkan serta mendapat izin dari pihak sekolah,
  4. Dalam setiap pengunaan ruang belajar, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang belajar.
Pasal 21
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Laboratorium IPA
  1. Peserta didik berhak menggunakan Laboratorium IPA sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum, baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif,
  2. Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di Laboratorium IPA minimal 2 (dua) kali dalam satu semester sesuai dengan jadwal kegiatan praktikum yang disusun oleh koordinator/kepala laboratorium,
  3. Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang Laboratorium IPA (media pembelajaran, alat dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum,
  4. Penggunaan Laboratorium IPA di luar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum harus dilaporkan serta mendapat izin dari pihak sekolah,
  5. Setiap penggunaan Laboratorium IPA oleh peserta didik, baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas laboran,
  6. Dalam setiap pengunaan Laboratorium IPA, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan Laboratorium IPA (Fisika, Kimia dan Biologi).
Pasal 22
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Laboratorium Komputer  dan Laboratorium Bahasa
  1. Peserta didik berhak menggunakan Laboratorium Komputer dan Bahasa sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum, baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif,
  2. Peserta didik berhak melaksanakan kegiatan praktikum di Laboratorium Komputer dan Bahasa sesuai dengan jadwal dan materi kegiatan praktikum yang disusun oleh koordinator/kepala laboratorium,
  3. Peserta didik berhak menggunakan fasilitas yang ada dalam ruang Laboratorium Komputer dan Bahasa (media pembelajaran, alat dan bahan praktikum) sebagai sarana untuk melaksanakan kegiatan praktikum,
  4. Penggunaan Laboratorium Komputer dan Bahasa di luar jam belajar efektif untuk kegiatan praktikum atau kegiatan lainnya harus dilaporkan serta mendapat izin dari pihak sekolah,
  5. Setiap penggunaan Laboratorium Komputer dan Bahasa oleh peserta didik, baik pada jam belajar efektif maupun di luar jam belajar efektif harus dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan bersama-sama dengan petugas laboran,
  6. Dalam setiap pengunaan Laboratorium Komputer dan Bahasa, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang laboratorium serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam penggunaan Laboratorium Komputer dan Bahasa.
Pasal 23
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Perpustakaan
  1. Peserta didik berhak menggunakan perpustakaan sebagai sarana untuk menambah wawasan pengetahuan sesuai dengan waktu kunjungan yang ditetapkan oleh petugas perpustakaan,
  2. Peserta didik berhak mengikuti kegiatan pembelajaran di perpustakaan dengan bimbingan guru mata pelajaran,
  3. Peserta didik berhak mengakses bahan ajar dari fasilitas internet yang tersedia di perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran
  4. Dalam setiap pengunaan perpustakaan, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kebersihan dan fasilitas yang ada dalam ruang perpustakaan serta mematuhi tata tertib yang berlaku dalam ruang perpustakaan.
Pasal 24
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Buku Perpustakaan  dan Buku Referensi
  1. Peserta didik berhak membaca dan mencatat seluruh buku perpustakaan dan buku referensi lainnya di dalam ruang perpustakaan untuk kepentingan pembelajaran,
  2. Peserta didik berhak meminjam buku perpustakaan sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku dalam peminjaman buku-buku perpustakaan dan buku-buku referensi yang telah ditetapkan sekolah,
  3. Peserta didik dilarang meminjam buku referensi. Peserta didik diperbolehkan membaca buku referensi di perpustkaan.
  4. Dalam setiap pengunaan buku perpustakaan dan buku referensi lainnya, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi buku-buku yang digunakan.
Pasal 25
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Sarana dan Fasilitas Olahraga
  1. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas olahraga untuk kegiatan praktikum pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, serta dikoordinir dan diawasi oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan,
  2. Penggunaan sarana dan fasilitas olahraga di luar kegiatan sebagaimana pada butir 1, harus dilaporkan serta mendapat izin dari pihak sekolah,
  3. Dalam setiap pengunaan sarana dan fasilitas olahraga, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi sarana dan fasilitas yang digunakan agar terhindar dan terpelihara dari kerusakan.
Pasal 26
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Fasilitas Internet
  1. Peserta didik berhak menggunakan sarana dan fasilitas internet yang tersedia di sekolah untuk kepentingan pembelajaran,
  2. Peserta didik berhak mengakses bahan-bahan ajar dari internet yang tersedia di sekolah untuk kepentingan pembelajaran,
  3. Peserta didik dilarang mengakses bahan-bahan dari internet yang tersedia di sekolah selain untuk kepentingan pembelajaran,
  4. Peserta didik berhak mengisi konten yang ada pada website sekolah (komentar yang positif, karya tulis, ilmu pengetahuan, berita, dll), sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh admin sekolah.
Pasal 27
Ketentuan Hak Peserta didik Dalam Penggunaan Media Lainnya
  1. Peserta didik berhak menggunakan media lainnya yang tersedia di sekolah (LCD Proyektor, Tape Recorder, Alat Musik, Sound Sistem, TV, dll), untuk kepentingan pembelajaran,
  2. Penggunaan setiap media tersebut pada butir 1, harus dilaporkan serta mendapat izin dari pihak sekolah serta dikoordinir oleh guru atau penanggungjawabnya,
  3. Dalam setiap pengunaan media, setiap peserta didik wajib menjaga dan memelihara kondisi media yang digunakan agar terhindar dari kerusakan.
BAB VIII
KETENTUAN LAYANAN KONSULTASI DENGAN GURU, WALI KELAS DAN GURU BK/KONSELOR
Pasal 28
Ketentuan Layanan Konsultasi Dengan Guru Mata Pelajaran
  1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran,
  2. Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran merupakan bagian dari program pengembangan diri yang secara khusus dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai pada setiap mata pelajaran,
  3. Layanan konsultasi dapat dilaksanakan pada jam pembelajaran sekolah sepanjang guru yang bersangkutan tidak sedang tugas mengajar di kelas,
  4. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran di luar jam pembelajaran sekolah dapat dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama antara peserta didik dan guru, namun pelaksanaannya tetap di lingkungan sekolah,
  5. Layanan konsultasi pada guru mata pelajaran yang bersifat mendesak, dapat dilakukan melalui telepon/HP sesuai dengan kepentingannya,
  6. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran guru yang bersangkutan, terutama dalam hal kesulitan mengikuti pembelajaran, kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan lainnya.
Pasal 29
Ketentuan Layanan Konsultasi Dengan Wali Kelas
  1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan wali kelasnya,
  2. Layanan konsultasi dengan wali kelas dimaksudkan untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik agar siap dan mampu belajar secara efektif, mampu mengatasi hambatan dan kesulitan sesuai tuntutan kompetensi yang harus dicapai dalam mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran,
  3. Layanan konsultasi dengan wali kelas dapat dilaksanakan setiap saat, baik di dalam jam pelajaran maupun di luar jam pelajaran,
  4. Layanan konsultasi dengan wali kelas di luar jam pelajaran sekolah dapat dilakukan pada waktu yang ditentukan secara bersama antara peserta didik dan wali kelas,
  5. Layanan konsultasi dengan wali kelas yang bersifat mendesak, dapat dilakukan melalui telepon/HP sesuai dengan kepentingannya,
  6. Layanan konsultasi dengan wali kelas hanya terkait dengan masalah peserta didik di kelas yang bersangkutan.
Pasal 30
Ketentuan Layanan Konsultasi Dengan Guru BK/Konselor
  1. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK/Konselor,
  2. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK dapat dilakukan setiap saat selama Guru BK/Konselor masih dapat melayani,
  3. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK/Konselor terkait dengan berbagai masalah peserta didik di kelas, di luar kelas, maupun masalah yang berkaitan dengan pergaulan peserta didik yang bersangkutan yang bersifat dapat menghambat keaktifan dan keberhasilan peserta didik dalam proses belajar,
  4. Setiap peserta didik berhak mendapat layanan konsultasi dengan Guru BK/Konselor terkait dengan minat, potensi, dan permasalahan lainnya yang mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran peserta didik,
  5. Peserta didik yang mempunyai kepentingan-kepentingan khusus dan mendesak, dengan seizin guru dapat meninggalkan pelajaran/kelas untuk mendapatkan layanan konsultasi dengan Guru BK/Konselor,
  6. Layanan konsultasi dengan guru mata pelajaran hanya terkait dengan mata pelajaran guru yang bersangkutan, terutama dalam hal kesulitan mengikuti pembelajaran, kesulitan dalam mengerjakan tugas, dan lainnya,
  7. Jenis-jenis layanan akademik yang berhak diperoleh peserta didik dari Guru BK/Konselor, meliputi :
  8. Layanan Orientasi, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan peserta didik baru ( MOPD ),
  9. Layanan informasi, yaitu layanan dalam bentuk pemberian informasi secara verbal dan atau non verbal, baik kepada peserta didik maupun orang tua murid,
  10. Layanan Penguasaan Konten, yaitu layanan dalam bentuk kegiatan remedial, pengayaan, pemantapan, try out, dll,
  11. Layanan Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan dalam bentuk pembagian kelompok atau kelas dan penyaluran potensi, minat dan bakat peserta didik agar mereka berprestasi secara optimal,
  12. Layanan bimbingan kelompok, yaitu bimbingan secara klasikal dengan materi tentang tehnik membaca cepat, tehnik membuat ringkasan, tehnik menghafal, dsb,
  13. Layanan konseling kelompok, yaitu layanan dalam bentuk diskusi kelompok dimana setiap anggota kelompok berpartisipasi aktif membahas permasalahan yang telah mereka pilih sehingga setiap anggota kelompok dapat belajar dari pengalaman anggota kelompok lainnya.
  14. Instrumentasi dan himpunan data yaitu kegiatan pendukung layanan bimbingan konseling untuk mengumpulkan data dan keterangan peserta didik (klien), keterangan tentang lingkungan peserta didik dan lingkungan yang luas. Pengumpulan data ini dilakukan dengan menggunakan berbagai instrumen, baik tes maupun non tes. Himpunan data yaitu kegiatan pendukung layanan bimbingan konseling untuk menghimpun seluruh data dan keterangan yang relevan dengan keperluan pengembangan peserta didik (klien). Himpunan data perlu diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komperhensif, terpadu dan sifatnya tertutup.
  15. Konferensi kasus (case conference) yaitu kegiatan pendukung layanan bimbingan konseling untuk membahas permasalahan yang dialami oleh peserta didik (klien) dalam suatu forum pertemuan yang dihadiri oleh berbagai pihak yang diharapkan dapat memberikan bahan, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan tersebut. Pertemuan dalam rangka konferensi kasus bersifat terbatas dan tertutup.
  16. Kegiatan kunjungan rumah (home visit): kegiatan bimbingan konseling untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya permasahan peserta didik (klien) melalui kunjungan rumahnya. Kegiatan ini memerlukan kerja sama yang penuh dari orang tua dan anggota keluarga lainnya.
  17. Alih tangan kasus yaitu kegiatan layanan bimbingan konseling untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas masalah yang dialami peserta didik (klien) dengan memindahkan penanganan kasus dari suatu pihak ke pihak lain yang lebih kompoten.
BAB IX
PENUTUP
Pasal 31

Peraturan akademik ini disampaikan dan disosialisasikan kepada pihak-pihak terkait untuk dipedomani dan dilaksanakan sebagaimana yang diatur.

Pasal 32

Hal-hal yang belum diatur dan belum sempurna dalam penyusunan peraturan akademik ini akan ditentukan dan diperbaiki kemudian.

Pasal 33

Peraturan akademik ini berlaku sejak tanggal ditetapkan atau terhitung mulai Tahun Pelajaran 2017 / 2018

SMPK KESUMA MATARAM memiliki jumlah rombel sebanyak 12, dengan uraian sebagai berikut:

Uraian Rombel 7 Rombel 8 Rombel 9
L P Tot L P Tot L P Tot
Jumlah 62 58 120 60 55 115 61 64 125
KEPALA SEKOLAH & GURU
  1. Sr. Maria Aloysia, AK - Kepala Sekolah
  2. Gregorius Goleng
  3. Ratu Agung Ayu Dharmi Lestari
  4. Eddy Supranoto
  5. Lukman
  6. V. Eka Rismawati
  7. Maria Retno Wardani
  8. Elisabeth Triningsih
  9. I Kadek Muliawan
  10. R. Bagus Putra Hariyanto
  11. Ida Ayu Ketut Arini
  12. Ni Made Mujiati
  13. Ni Luh Putu Susi Sugita
  14. Arbidin Sihombing
  15. Ni Made Utariyani
  16. Ni Kadek Mulyawati
  17. Susiana
  18. Albertus Ganjar Prasetyo Wibowo
  19. Dini Perwitasari
PEGAWAI
  1. Nyoman Alit Wirawan
  2. Musleh
  3. Maria Lusia M Frans
  4. Aloysius Ebon
  5. I Negah Satria Musti

Proses pendaftaran:

  1. Calon siswa mengisi form pendaftaran online dengan lengkap dan benar, setelah klik KIRIM, calon siswa akan menerima balasan email sebagai bukti sudah mendaftar.
  2. Calon siswa menerima balasan email dari pihak sekolah beserta informasi terkait pendaftaran siswa baru dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.
  3. Calon siswa wajib membawa dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan dengan datang langsung ke sekolah.

Silahkan isi data-data dibawah ini dengan lengkap dan benar.