Nama Sekolah: SMAK St. Gregorius Sumbawa
Tahun Berdiri:
Ijin Operasional: 356/120.G/I/1987

Jenjang Sekolah: SMA
Status Akreditasi & Nilai: A, 89.00
Tanggal/Masa Akreditasi: 2016

Jumlah Siswa: 88
Jumlah Kelas: 8
Jumlah Guru/Pegawai:

Alamat

Uma Sima, Kec. Sumbawa
Kabupaten Sumbawa
NTB 84313

Telp.: 0813-3758-2493

Galeri

  1. Berkepribadian peserta didik yang sanggup mengambil keputusan sendiri berdasarkan iman yang hidup dan hati serta pikiran yang benar.
  2. Meningkatkan pengembangan profesionalitas guru untuk menciptakan proses pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
  3. Berkepribadian peserta didik yang mau belajar dan mengembangkan diri secara terus menerus.
  4. Berkepribadian peserta didik yang dijiwai semangat kebebasan dan cinta kasih serta siap menjadi ragi keselamatan untuk sesama.

SMAK ST.Gregorius Sumbawa didirikan pada tanggal 10 Pebruari 1987 dengan akte Notaris Ida Bagus Rurus, pada tanggal 15 Mei 1958. Sekolah SMAK St.Gregorius yang berada di wilayah Keuskupan Denpasar ini pada mulanya bernama SMAK St.Gregorius beralamat Jalan Diponegoro No. 34 Sumbawa Besar. Tokoh-tokoh yang berperan dalam pendirian awal sekolah ini adalah Mgr. Vitalis Djebarus, SVD, Perfektur Apostolik Keuskupan Denpasar (Pastor paroki Sang penebus Sumbawa Besar Thomas Tepho, SVD).

Sekolah yang awalnya serba terbatas ini ternyata membawa gaya tarik sendiri bagi masyarakat. Awalnya tidak banyak siswa yang mendaftar, namun seiring berjalannya waktu dan meningkatnya animo masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya di SMAK St.Gregorius Sumbawa saat itu. Hal ini berkaitan erat dengan manajemen sekolah yang tidak profesional lagi bahwa unit sekolah yang dengan jumlah siswanya begitu sedikit harus dikelola oleh seorang kepala sekolah.

Pada tahun 2000 terjadi perubahan nama Yayasan. Semula bernama Swastiastu, kemudian menjadi Insan Mandiri. Selanjutnya semua nama unit sekolah dengan nama belakang swastiastu berubah.

Sejak berdirinya SMAK Santo Gregorius, ada beberapa Kepala Sekolah yang pernah menjabat, yakni:

  1. Wilybertus Ogur
  2. Willybertus K. Wuwur
  3. B.W Purwanto
  4. Immacule Palit, JMJ.
  5. Luciana Nanda, JMJ.
  6. Margaretha Kowaas, JMJ.
  7. Arnoldus Ondos, S.Pd (Juli 2016 hingga sekarang).
A. HAK-HAK
  1. Setiap warga negara berhak mendapat pengajaran sesuai dengan UUD 1945 pasal 31.
  2. Setiap siswa berhak mendapat pendidikan yang ada, yang telah ditetapkan oleh sekolah.
  3. Setiap siswa berhak menikmati semua fasilitas pendidikan yang ada, yang telah ditetapkan oleh sekolah, menurut tata tertib yang belaku.
  4. Untuk menigkatkan atau memperbaiki situasi belajar mengajar di sekolah setiap siswa berhak berkonsultasi melalui prosedur yang telah ditetapkan.
B. KEGITAN INTRA KURIKULUM
I. Kehadiran

Kehadiran siswa di sekolah dalam kegiatan belajar, selambat-lambatnya lima menit sebelum pelajaran dimulai.

  1. Siswa yang terlambat:
    a. 10 menit diperkenankan masuk kelas dengan ijin tertulis dari guru pikiet, BP, Kepala Sekolah.
    b. Lebih dari 10 menit, dipulangkan (termasuk siswa yang selesai olah raga).
  2. Siswa yang tidak masuk sekolah karena sakit atau alasan penting lainnya, harus ada surat permohonan ijin dari orang tua atau wali (tidak dibenarkan lewat telepon).
  3. Bagi siswa yang tidak masuk sekolah lebih dari tiga hari berturut-turut karena sakit harus ada surat keterangan dokter atau surat khusus dari orang tua / wali.
  4. Setelah pelajaran berakhir (selesai) ketua kelas wajib menyerahkan absensi ke BP/BK atau ke kantor.
  5. Siswa yang tidak masuk sekolah tiga kali tanpa keterangan dan siswa yang bolos lebih dari satu kali akan diproses.
  6. Surat permohonan ijin dari suatu organisasi tanpa persetujuan orang tua/wali tidak berlaku untuk mendapatkan ijin dari sekolah.
II. Waktu Pelajaran Berlangsung
  1. Sebelum pelajaran pertama dimulai dan setelah pelajaran berakhir, para siswa wajib berdoa menurut iman dan kepercayaan masing-masing, dan siswa wajib memberikan hormat kepada guru, dengan mengucapkan selamat pagi/siang.
  2. Selama pelajaran berlangsung siswa harus menunjukkan minat dan perhatian yang sungguh-sungguh terhadap pelajaran yang sedangan diajarkan oleh Bapak/Ibu guru.
  3. Siswa yang mau meninggalkan kelas karena suatu kepentingan pada saat pelajaran berlangsung, wajib minta ijin terlebih dahulu kepada guru yang memberikan pelajaran. Dan kalau hendak meninggalkan lingkungan sekolah wajib minta ijin kepada guru piket atau BP.
  4. Selama pelajaran berlangsung, siswa tidak diperkenankan berbicara/berkomunikasi dengan orang lain di luar kelas.
III. Waktu Tidak Ada Pelajaran (Jam Kosong)
  1. Pada jam istirahat siswa tidak diperkenankan berada didalam ruangan kelas.
  2. Pada saat jam kosong siswa tidak diperkenankan meninggalkan ruang belajar dan harus tetap belajar sendiri di dalam kelas / melaksanakan tugas guru bidang studi atau ke perpustakaan.
  3. Jika sampai pada waktu 10 menit guru belum juga hadir, maka ketua kelas segera melaporkan hal tersebut kepada guru BP atau kepala sekolah.
C. KEWAJIBAN
  1. Setiap siswa wajib turut menjaga dan memelihara lingkungan sekolah dalam bentuk 7K, yaitu: Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Keselamatan, dan Kesehatan.
  2. Setiap siswa berkewajiban memelihara halaman, gedung, peralatan, dan perlengkapan sekolah.
  3. Bagi siswa yang bertugas melaksanakan tugas yang telah ditetapkan sesudah pelajaran berakhir (Tugas Piket).
  4. Bagi siswa yang beragama Katolik wajib mengikuti Misa (Perayaan Ekaristi) pada setiap Jum’at pertama atau hari lainnya.
D. CARA BERPAKAIAN DAN BERHIAS
  1. Setiap siswa harus berpakaian: Rapih, Bersih, dan Sopan, serat lengkap dengan bet/simbol OSIS, tanda lokasi sesuai dengan peraturan.
  2. Pakaian seragam sekolah ditetapkan tiga macam, dengan ketentuan sebagai berikut:
    - Hari Senin dan Selasa: Baju putih, Celana/rok abu-abu (Putih - abu-abu)
    - Hari Rabu dan Kamis: Baju batik, Celana Biru (biru benhur)
    - Hari Jumat dan Sabtu: Baju coklat, celana/rok coklat (Pramuka)
    CATATAN:
    Baju tetap dimasukan, tidak diperkenankan memakai celana/rok levis, jeans dan sejenisnya, serta tidak diperkanankan memakai baju kaos.
  3. Siswa puteri tidak boleh berhias secara berlebihan.
  4. Siswa putera dilarang memakai : anting-anting, mengikat rambut, Rambut gondrong, Jabrik dan sejenisnya yang mencolok.
  5. Sewaktu-waktu sekolah akan mengadakan operasi khusus rambut, cara berpakaian dan lain-lain.
E. KEGIATAN EKSTRA KURIKULER
  1. Setiap siswa secara otomatis menjadi anggota OSIS
  2. Para siswa sesuai dengan minat masing-masing dijawibkan mengikuti minimal satu jenis kegiatan Ekstra Kurikuler yang dilaksanakan disekolah antara lain : Drum band, Volly Ball, Basket Ball, PMR, dan Seni Musik dan atau Paduan Suara .
  3. Upacara Bendera:
    a. Upacara Bendera setiap hari Senin maupun hari besar lainnya dipimpin oleh kepala sekolah atau guru yang ditunjuk / guru wali kelas.
    b. Pengurus OSIS ( Seksi Bela Negara ) berkewajiban mengatur serta melatih petugas upacara bendera dibawah bimbingan Pembina OSIS.
    c. Siswa yang terlambat atau tidak mengikuti upacara bendera akan diproses.
F. LAIN-LAIN
  1. Setiap Siswa wajib membayar Sumbangan Pembangunan Pendidikan (SPP) secara teratur paling lambat tanggal 10 bulan bersangkutan, sedangkan keuangan lainnya dibayar sesuai ketentuan.
  2. Para siswa yang melihat/menjalani kejadian-kejadian penting yang berkaitan dengan masalah sekolah, agar segera melaporkan kepada Kepala Sekolah atau guru BP.
G. LARANGAN-LARANGAN
  1. Setiap siswa dilarang membawa barang-barang terlarang ke sekolah seperti : Senjata Api, Senjata Tajam, Ganja dan Sejenisnya, Buku-buku Porno/barang dan Majalah yang Asusila, dan HP.
  2. Setiap siswa dilarang merokok dan minum-minuman keras.
  3. Siswa dilarang memasuki tempat-tempat yang merusak mental seperti: tempat PSK, tempat perjudian dan sejenisnya.
  4. Siswa dilarang melakukan perbuatan asusila baik dilingkungan sekolah maupun dimasyarakat.
  5. Siswa dilarang menikah selama menempuh pendidikan di SMAK. St. Gregorius Sumbawa Besar.
  6. Siswa dilarang mencoret, menulis atau mengotori gedung, dinding, kursi, meja, dan peralatan sekolah lainnya.
  7. Siswa dilarang mengecet rambut, bertato, berkuru panjang, mencorat atau mengambar pakai seragam.
H. SANGSI-SANGSI

Siswa yang melanggar tata tertip sekolah akan ditindak ( sangsi) yang dilaksanakan secara paedagogis oleh kepala sekolah atau guru yang ditunjuk berupa:

  1. Untuk pelanggaran ringan, diberi teguran lisan oleh wali kelas, guru BP, kepala sekolah.
  2. Untuk pelanggaran sedang, diadakan konsultasi dengan orang tua/wali siswa yang bersangkutan.
  3. Untuk pelanggaran berat, diadakan konsultasi orang tua secara tertulis, dan selanjutnya siswa tersebut dikembalikan kepada orang tua/wali untuk pembinaan lebih lanjut dalam batas-batas waktu tertentu (SKORSING) dan sekolah menerima kembali siswa bersangkutan setelah siswa dan orang tua/wali membuat pernyataan tertulis.
  4. Jika ada siswa terbukti melakukan perbuatan asusila dan atau menikah selama menempuh pendidikan di SMAK.ST. Gregorius Sumbawa Besar. dikeluarkan dari sekolah.
  5. siswa yang merusak fasilitas sekolah diwajibkan untuk mengganti/membayar fasilitas tersebut.
  6. Siswa yang sudah menjalankan sangsi tetapi masih melakukan/mengulangi pelanggaran, maka sekolah mengembalikan siswa bersangkutan kepada orang tua/wali (DIBERHENTIKAN/DIKELUARKAN).

Sarana dan prasarana adalah semua fasilitas sekolah termasuk SDM yang ada yang memungkinkan segala proses pendidikan dapat berjalan baik, berkualitas sehingga memungkinkan terealisasinya semua program sekolah dengan baik dan berkualitas

1. Gedung Sekolah

SMAK St.Gregorius Sumbawa memiliki bangunan gedung sebagai tempat belajar dengan spesifikasi : ruang belajar (kelas): 8 ruang, dengan luas masing-masing kelas : 7 x 8 meter, lengkap dengan fasilitas belajar yang dibutuhkan pada proses pembelajaran berlangsung.

2. Perpustakaan

Sekolah memiliki 1 ruang perpustakaan yang cukup representatif, luas: 6 x 8 meter, full AC sehingga semua siswa dapat mengembangkan minat baca dan wawasan mereka pada saat jam pengayaan dan istirahat, pk.09.15 dan pk.11.15. Dilayani oleh 1 pustakawati, yang kedepannya perpustakaan ini akan diproyeksikan berbasis IT sehingga pelayanan lebih mudah.

3. Laboratorium

SMAK St.Gregorius Sumbawa Besar memiliki satu ruang perpustakaan dengan ukuran 7 x 8 meter dan digunakan oleh tiga guru mata pelajaran yakni: Guru Fisika, Biologi dan Kimia.

4. Ruang UKS

Ruang UKS terpisah dari ruang belajar anak-anak, juga dari ruang Kepala Sekolah dan guru-guru.Ruang UKS dilengkapi dengan data dan sarana yang ada kaitannya dengan masalah kesehatan, seperti disediakannya almari obat beserta obat-obatannya, tempat tidur pasien, tempat mencuci tangan dan dilengkapi dengan tisu gulung. Ruang UKS berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ) bagi anak-anak atau guru-guru yang mendapat kecelakaan ringan.Selain itu juga dapat digunakan untuk penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan anak-anak.Untuk kebersihan ruang UKS ini dijaga oleh piket jaga baik anak-anak dan guru.

5. Kantin Sekolah

Maksud dibukanya kantin / warung sekolah ini agar anak-anak tidak berbelanja ke luar lingkungan sekolah yang jenis serta kebersihan makanannya tidak terkontrol, disamping itu pula agar anak-anak yang tidak sempat sarapan dirumah masing-masing dapat membeli di kantin / warung sekolah.

6. Tempat Sembahyang

Tempat sembahyang di SMAK St.Gregorius Sumbawa berada di salah satu ruang (misa sekolah diadakan setiap jumat pertama dalam bulan bertempat di gereja bersama unit TK Sari Asih, SD dan SMP Diponegoro) dan setiap 2 tahun sekali mendapatkan tugas misa mingguan di Gereja Sang Penebus Sumbawa. Dalam keseharian siswa melakukan doa bersama sebelum memulai pelajaran dan pada saat mengakhiri pelajaran.

7. Kebun/Taman Sekolah

Halaman SMAK St.Gregorius Sumbawa ada di depan ruang kelas. Penataan halaman dilaksanakan agar kelihatan indah, asri dan lestari.Penataan kebun / taman sekolah ini dengan menanam beraneka jenis bunga, tanaman perindang dan yang tidak kalah pentingnya adalah tanaman obat. Pada halaman depan tepatnya di pintu gerbang, setiap tamu yang masuk akan disapa oleh taman bunga. Perawatan kebun / taman sekolah ini diserahkan kepada masing-masing kelas sesuai kesepakatan dan letak kedekatannya dengan ruang kelas.

8. Lapangan Olahraga

Dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler sekolah, seperti kegiatan Pramuka, PMR, permainan tradisional, menari, olahraga sudah tentunya akan menggunakan halaman sekolah. Setiap hari Senin dan hari besar nasional akan selalu dilaksanakan upacara bendera di halaman sekolah.

9. Kamar Mandi/WC

Kamar mandi dan WC wajib dimiliki setiap sekolah, dengan tersediannya sarana ini akan tercermin kebersihan suatu sekolah. Di SMAK St.Gregorius Sumbawa sudah tersedia 2 kamar mandi/WC guru, 4 WC siswa.
Kebersihan kamar mandi dan WC ini menjadi tanggung jawab sekolah khususnya petugas kebersihan sekolah.Sumber air baik untuk kegiatan kebersihan berasal dari sumur.

10. Lab. Komputer

SMAK St.Gregorius Sumbawa dilengkapi dengan laboratorium komputer dengan terdapat 25 unit komputer yang digunakan oleh para siswa untuk mata pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi), selain itu Laboratorium Komputer digunakan juga pada saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan pelaksanaan UNBK SMPK Diponegoro Sumbawa sudah dua tahun mengunakan fasilitas Laboratorium Komputer SMAK St.Gregorius Sumbawa.

SMAK ST GREGORIUS SUMBAWA memiliki jumlah rombel sebanyak 5, dengan uraian sebagai berikut:

Uraian Rombel 10 Rombel 11 Rombel 12
L P Tot L P Tot L P Tot
Jumlah 4 7 11 15 17 32 18 27 45
KEPALA SEKOLAH & GURU
Kepala Sekolah:

Arnoldus Ondos, S.Pd

Guru:
  1. Drs. Yustinus Milik
  2. Ir. Sahala Siambotan
  3. Syaihabuddin, BA
  4. I Wayan Astawa, S.Pd
  5. Drs. Kaharuddin
  6. Yustinus S. Descahyo
  7. Pius Papu, SE
  8. Putu Ana Okta Suartini, S.Pd
  9. Drs. Awaluddin
  10. Sisilia Siri, S.Pd
  11. Dewi Lestari, S.Pd
  12. Ita Kurniawati, S.Pd
  13. Masnah
  14. Putu Eka Martini
  15. Sari Agustin
  16. Artikah Priasih, S.Th
PEGAWAI
  1. Petrus Vence Djoeang
  2. Sulina Herlina
  3. Agustia Carolina Kaka
  4. Yosep Dowa Bili
  5. Nasution

Proses pendaftaran:

  1. Calon siswa mengisi form pendaftaran online dengan lengkap dan benar, setelah klik KIRIM, calon siswa akan menerima balasan email sebagai bukti sudah mendaftar.
  2. Calon siswa menerima balasan email dari pihak sekolah beserta informasi terkait pendaftaran siswa baru dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.
  3. Calon siswa wajib membawa dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan dengan datang langsung ke sekolah.

Isilah data-data dibawah ini dengan lengkap dan benar.