Nama Sekolah: SMP Diponegoro Sumbawa Besar
Tahun Berdiri: 1962
Ijin Operasional: 435/C.1/S.p1/1966

Jenjang Sekolah: SMP
Status Akreditasi & Nilai: A, 95.00
Tanggal/Masa Akreditasi: 2017

Jumlah Siswa:
Jumlah Kelas:
Jumlah Guru/Pegawai:

Alamat

Jl.Diponegoro no. 34, Uma Sima
Kec. Sumbawa, Kab. Sumbawa
Nusa Tenggara Barat

Galeri

SMP Diponegoro berdiri sejak tahun 1962, pada tanggal 1 Desember 1966 mendapat pengesahan oleh Yayasan Pesekolahan Nusa Cendana (YAPNUSDA) milik keuskupan Sumba – Sumbawa yang berpusat di Weetabula Sumba Barat Daya (NTT).

Sekolah ini berdiri karena berdasarkan analisis kebutuhan saat itu, bahwa siswa tamatan SD Diponegoro khususnya siswa yang beragama katolik tidak tertampung di SLTP Negri yang ada di Sumbawa Besar. Dari hasil analisis dan atas inisiatif bapak Wens Sinantong kepala Perwakilan YAPNUSDA di Sumbawa Besar bersama tokoh umat lainnya mengadakan pendekatan dengan Dinas P dan K, dengan tokoh-tokoh masyarakat Sumbawa termasuk yang Mulia Sultan Muhammad Kaharudin III, akhirnya masyarakat Sumbawa menyambut baik keberadaan SLTP katolik ini.

Berhubungan dengan pemberian nama sekolah katolik ini sangat hati-hati sekali waktu itu karena menghindari dan mengantisipasi issu kristenisasi di tengah masyarakat, maka disepakatilah pemberian nama sekolah ini dengan menggunakan nama pahlawan nasional yaitu “DIPONEGORO” sehingga dapat diterima oleh semua pihak. pada saat itu juga mulai dikenal SLTP DIPONEGORO SUMBAWA sampai saat ini.

Setelah berjalan sekian lama karena YAPNUSA dalam kesulitan keuangan maka pada tanggal 1 Agustus 1981 pengelolaan SMP Diponegoro diserahkan kepada suster-suster JMJ di bawah Yayasan Yoseph Ujung Pandang saat itu.

Setelah berjalan kurang lebih 12 tahun, seiring dengan dinamika pembagian wilayah keuskupan Nusatenggara, maka Pulau Sumbawa terpisah dari Keuskupan Weetabula dan masuk Keuskupan Denpasar.

Pada tanggal 1 Juni 1992 Yayasan Yoseph Ujung Pandang menyerahkan pengelolaan SMP Diponegoro kepada Yayasan Swastiastu yang berpusat di Denpasar. Yayasan Swastiastu kemudian berganti nama menjadi Yayasan Insan Mandiri Denpasar sampai saat ini.

Sejak berdirinya SMP DIPONEGORO SUMBAWA, ada beberapa Kepala Sekolah yang pernah menjabat, yakni:

  1. Bernardus Sore
  2. Rudolf Djoeang
  3. B.W.Purwanto
  4. Margritte Senduk, JMJ
  5. Dra. Chaterine Wydiastuti, JMJ
  6. Imeldin Rumengan, JMJ, S.Pd
  7. Adelitha Pantow, JMJ, S.Pd
  8. Karim, S.Pd
  9. Rosalia Mengko, JMJ, S.Pd
  10. Karim, S.Pd ( 8 Juni 2017 sampai sekarang)
A. Ruang Belajar

SMP Diponegoro Sumbawa memiliki tempat belajar dengan spesifikasi : ruang belajar (kelas): 6 ruang, dengan luas masing-masing kelas : 7 x 8 meter, sudah memenuhi standar ruang belajar mengajar yang representative. Dengan fasilitas di setiap masing-masing kelas memiliki LCD proyektor untuk memenuhi kebutuhan pengajaran berbasis TIK, luas ruangan yang cukup untuk kelas kecil 25-30 orang siswa, sehingga ruang gerak peserta didik lebih luas dan nyaman dalam mengikuti Proses Belajar Mengajar ( PBM ). Jumlah Ruang kelas hanya terbatas jadi apabila ada penerimaan murid baru sekolah tidak bisa menerima siswa lebih dari 80 orang karena tidak punya ruangan. Apabila ada kelas yang jumlahnya besar, karena ruang kelas tidak punya maka siswanya ditumpuk jadi satu ruangan sampai saat ini.

B. Laboratorium Komputer

SMP Diponegoro dilengkapi dengan laboratorium/Ruang komputer dengan terdapat 15 komputer yang digunakan oleh para murid untuk belajar komputer dari kelas VII sampai dengan kelas IX.
Ruang computer merupakan penunjang pembelajaran bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat ketrampilan terutama di bidang teknik informatika dan sistem informatika. Ruang computer yang dimiliki oleh SMP Diponegoro berukuran 3x8 meter memiliki 15 unit computer belum terintegrasi jaringan local dan internet, ruang ini belum ber AC sehingga cukup panas dan membuat para siswa dan gurunya tidak betah di dalam ruangan tersebut.. Oleh sebab itu mereka lebih sering belajar di ruang kelas bagi yang punya Labtop, sedangkan yg tidak punya bertahan di dalam ruang tersebut. Pembelajaran TIK sesuai dengan jadwal dan kurikulum yang sudah ditentukan.

C. Perpustakaan

Sekolah memiliki 1 ruang perpustakaan yang dapat dikatakan cukup baik tidak mengunakan pendingin AC tapi dengan 2 buah kipas angin, luasnya: 7 x 8.meter2, syukur tahun ini sudah dapat dipergunakan dengan semestinya karena sudah dibebaskan dari barang-barang kesenian yang menumpuk di sana. Diusahakan kedepan meskipun sederhana tetapi dapat berfungsi dan boleh menjadi gudang ilmu bagi guru-guru dan para siswa/i SMP Diponegoro.
Perpustakaan SMP Diponegoro mesipun belum lengkap tapi memiliki 3 kategori buku dengan jumlah berbeda, yakni: Buku Non Fiksi: 164 ex; Buku Fiksi: 56 eks, dan referensi: 117 eks.
Untuk meningkatkan minat belajar dan minat membaca anak-anak, jadwal kunjungannya dan peminjaman buku diperpustakaan sudah diatur untuk masing-masing kelas. Kebersihan ruang perpustakaan ini akan dapat meningkatkan keinginan anak-anak mengunjungi dan membaca buku di perpustakaan. Kebersihan ruangan ini menjadi tugas penjaga perpustakaan.

D. Unit Kesehatan Sekolah

Ruang UKS terpisah dari ruang belajar anak-anak, juga dari ruang Kepala Sekolah dan guru-guru.Ruang UKS SMP Diponegoro baru diadakan setelah ada bantuan dari BRI beberapa bulan yang lalu. Ruang UKS sangat minim karena tidak mempunyai tempat untuk itu, UKS ini masih sedang dilengkapi agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. sarana yang ada kaitannya dengan masalah kesehatan, seperti disediakannya almari obat beserta obat-obatannya, tempat tidur pasien. Ruang UKS berfungsi untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan ( P3K ) bagi anak-anak atau guru-guru yang mendapat kecelakaan ringan.Selain itu juga dapat digunakan untuk penimbangan berat dan pengukuran tinggi badan anak-anak.Untuk kebersihan ruang UKS ini dijaga oleh petugas dibantu oleh anak-anak.

E. Tempat Sembahyang

SMP Diponegoro tidak mempunyai tempat sembayang khusus, jadi hanya dibuat di halaman sekolah atau di ruang kelas.

F. Lapangan Olahraga

Dalam kegiatan ekstrakurikuler maupun intrakurikuler sekolah, seperti kegiatan Pramuka, Drumb band,olahraga semuanya menggunakan halaman sekolah. Setiap hari Senin dan hari besar nasional upacara bendera dilaksanakan di halaman sekolah.

G. Kantin Sekolah

Maksud dibukanya kantin / warung sekolah ini agar anak-anak tidak berbelanja ke luar lingkungan sekolah yang jenis serta kebersihan makanannya tidak terkontrol, disamping itu pula agar anak-anak yang tidak sempat sarapan dirumah masing-masing dapat membeli di kantin / warung sekolah.

H. Kamar Mandi & WC

Kamar mandi dan WC wajib dimiliki setiap sekolah, dengan tersediannya sarana ini akan tercermin kebersihan suatu sekolah. Di SMP Diponegoro sudah tersedia 2 kamar mandi/WC guru, 4 WC siswa. Kebersihan kamar mandi dan WC ini menjadi tanggung jawab sekolah khususnya petugas kebersihan sekolah.Sumber air baik untuk kegiatan kebersihan berasal dari tanah..

I. Tempat Mencuci Tangan

SMP Diponegoro memiliki westafel atau tempat cuci tangan yang berada di depan laboratorium IPA dan di depan kelas masing-masing juga terdapat tempat untuk mencuci tangan.

SMP DIPONEGORO SUMBAWA BESAR memiliki jumlah rombel sebanyak 6, dengan uraian sebagai berikut:

Uraian Rombel 7 Rombel 8 Rombel 9
L P Tot L P Tot L P Tot
Jumlah 18 22 40 29 11 40 15 19 34
KEPALA SEKOLAH & GURU
Kepala Sekolah:

Karim, S.P

Guru:
  1. Hubertus Malur, S.Ag
  2. Damianus Malo Nani, S.Pd
  3. Wilhelmus Milu, BA.
  4. Margareta Wolo, S.Pd
  5. Thomas Taris, S.Pd
  6. Dewa Ayu Budiasih, S.Pd
  7. Fransiskus Badur, S.Pd
  8. Ni Kadek Dianiasih, S.S
  9. Rosalina, S.Pd
  10. Ayu Ketut Sumbawati, S.Pd
  11. Artikah Priasih, S.Th
  12. Fidelis Mage, A.Ma.Pd
  13. Kaharudin, M.Si
PEGAWAI
  1. Maria Herawati
  2. Karolina
  3. Yustin Agustin
  4. Imanuel Penhana

SMP Diponegoro memiliki beberapa macam kegiatan ekstrakurikuler antara lain:

  1. Pramuka
  2. Drumband
  3. Bola Volley
  4. Atletik
  5. Club Inggris.

Proses pendaftaran:

  1. Calon siswa mengisi form pendaftaran online dengan lengkap dan benar, setelah klik KIRIM, calon siswa akan menerima balasan email sebagai bukti sudah mendaftar.
  2. Calon siswa menerima balasan email dari pihak sekolah beserta informasi terkait pendaftaran siswa baru dan berkas-berkas yang harus dilengkapi.
  3. Calon siswa wajib membawa dan memberikan berkas-berkas yang diperlukan dengan datang langsung ke sekolah.

Silahkan isi data-data dibawah ini dengan lengkap dan benar.